Jumat, 09 Maret 2012

Psikologi Pendidikan dan Perintis-nya~

sebagai seorang guru, anda akan menyentuh masa depan karena anak - anak adalah masa depan dalam masyarakat mana pun - Christa McAuliffe

haloooo \(^.^)/
yang diatas itu bukan quote, baca dibuku terus mikir "keren kali ya kalo dibuat kayak quote gitu" hehehe~
dipostingan kali ini saya bakal ngebahas sedikit dasar psikologi pendidikan
oke deh check it out

Psikologi adalah studi ilmiah tentang perilaku dan proses mental.
Psikologi pendidikan adalah cabang ilmu psikologi yang khusu kepada cara memahami pelajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan.

Psikologi pendidikan didirikan oleh beberapa perintis penting seperti :
1. William James
   Ia pernah mengatakan bahwa eksperimen psikologi di laboratorium sering kali tidak bisa menjelaskan bagaimana cara mengajar anak secara efektif. Penting menurutnya untuk mempelajari proses belajar mengajar didalam kelas untuk meningkatkan mutu pendidikan. 
2. John Dewey
   Ia merupakan penggerak untuk pengaplikasian psikologi di tingkat praktis. Ia juga mengemukakan banyak ide penting seperti : pertama, anak sebagai pembelajar yang aktif (active learner), maksudnya anak - anak akan belajar dengan lebih baik jika mereka aktif bukan dengan duduk diam dan mendengarkan pelajaran secara pasif dan sopan. kedua, pendidikan seharusnya difokuskan pada anak secara keseluruhan dan memperkuat kemampuan anak untuk beradaptasi dengan lingkungan, yang artinya anak tidak hanya mendapat pelajaran akademik saja, tetapi juga harus di ajarkan cara untuk berpikir dan beradaptasi dengan dunia di luar sekolah. Dan secara khusus ia berpendapat bahwa anak harus belajar agar mampu memecahkan masalah secara reaktif. ketiga, semua anak berhak mendapatkan pendidikan dengan layak bagi semua anak, lelaki maupun perempuan, dari semua lapisan sosial-ekonomi dan etnis.
3. E.L.Thorndike
  Ia berpendapat bahwa salah satu tugas pendidikan di sekolah yang paling penting adalah menanamkan keahlian penalaran anak. Ia juga mengajukan gagasan bahwa psikologi pendidikan harus memiliki basis ilmiah dan harus berfokus pada pengukuran.

Dalam sejarah awal psikologi pendidikan, yang paling menonjol kebanyakan adalah pria kulit putih seperti tokoh- tokoh tersebut. Sebelum adanya perubahan UU yang dan kebijakan hak sipil pada 1960-an, hanya ada beberapa tokoh non-kulit putih yang berhasil mendapatkan gelar dan bisa melewati rintangan diskriminasi rasial untuk melakukan riset pada bidang ini. 

Bagaimana ? cukup menarik kannnn~
menurut saya pribadi, apa yang dikemukakan oleh mereka benar. kita sebagai mahasiswa (yang masih betindak sebagai anak didik) memang tidak hanya mendapatkan pelajaran secara akademis saja, tapikita juga harus belajar secara aktif dilingkungan kehidupan kita. kita bisa belajar banyak hal dari apa yang kita lihat dan dengar, bukan hanya dengan membaca.

oke deh itu dulu kali ya. see you in the next post~


Sumber : Santrock, J.W. (2008). Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Kencana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar